Tahapan
Normalisasi
Bentuk Tidak Normal
Menghilangkan
perulangan group
Bentuk Normal Pertama (1NF)
Menghilangkan
ketergantungan sebagian(dependensi parsial)
Bentuk Normal Kedua (2NF)
Menghilangkan
ketergantungan transitif (dependensi transitif)
Bentuk
Normal Ketiga (3NF)
Menghilangkan
anomali-anomali hasil dari
ketergantungan
fungsional (menghilangkan ketergantungan yg penentunya bukan kunci kandidat)
Bentuk Normal Boyce-Codd (BCNF)
Menghilangkan
Ketergantungan Multivalue
Bentuk Normal Keempat (4NF)
Menghilangkan
anomali-anomali yang tersisa (mengatasi dependensi gabungan)
Bentuk
Normal Kelima
Ø Dependensi (Ketergantungan)
Konsep dasar
pada tahap normalisasi yang menjelaskan hubungan atribut atau secara lebih
khusus menjelaskan nilai suatu atribut yang menentukan atribut lainnya.
Ø Macam-macam dependensi,
yaitu :
a.
Dependensi fungsional
Definisi : Suatu atribut Y mempunyai dependensi
fungsional terhadap atribut X jika dan hanya jika setiap nilai X berhubungan
dengan sebuah nilai Y.
Notasi :
X Y (X
secara fungsional menentukan Y)
Contoh : Tabel Pesanan
Pembeli
|
Kota
|
Barang
|
Jumlah
|
P1
|
Yogya
|
B1
|
10
|
P1
|
Yogya
|
B2
|
5
|
P2
|
Jakarta
|
B1
|
4
|
P2
|
Jakarta
|
B2
|
7
|
P3
|
Solo
|
B3
|
6
|
P3
|
Solo
|
B4
|
6
|
Pembeli
secara fungsional menentukan kota, sebab setiap
pembeli yang sama mempunyai kota yang sama, dengan
demikian : Pembeli Kota
contoh lain
:
{Pembeli, Barang} Jumlah
Keterangan:
v Bagian yang terletak
disebelah kiri tanda panah biasa disebut DETERMINAN / PENENTU dan bagian yang
terletak di sebelah kanan panah disebut DEPENDENSI / YANG TERGANTUNG.
v Tanda {} biasanya
digunakan untuk menentukan lebih dari satu atribut sebagai penentu atau sebagai
yang tergantung.
b.
Dependensi fungsional sepenuhnya
Definisi :
Suatu atribut Y mempunyai dependensi fungsional penuh terhadap X jika
v Y mempunyai dependensi
fungsional terhadap X dan/atau
v Y tidak memiliki dependensi
terhadap bagian dari X
Contoh :
{Pembeli, Barang} Jumlah
v Intinya :
Jumlah
mempunyai dependensi fungsional terhadap gabungan Pembeli dan Barang, bukan
pada bagian dari {pembeli,Barang}, sehingga jumlah memiliki dependensi
fungsional sepenuhnya terhadap {Pembeli, Barang}
c.
Dependensi Total
Definisi :
Suatu atribut Y mempunyai dependensi total terhadap atribut X jika
v Y memiliki dependensi
fungsional terhadap X dan
v X memiliki dependensi
fungsional terhadap Y
v
Notasi :
X Y
v Contoh : Tabel Pemasok
KodePemasok
|
NamaPemasok
|
Kota
|
K1
|
Kartika
|
Jakarta
|
C1
|
Citra
|
Bandung
|
C2
|
Candra
|
Jakarta
|
v
Pada kasus
ini KodePemasok NamaPemasok, karena setiap kode
tidak mempunyai nama yang sama.
d.
Dependensi Transitif
Definisi :
Atribut Z mempunyai dependensi transitif terhadap X bila :
v Y memiliki dependensi
fungsional terhadap X
v Z memiliki dependensi
fungsional terhadap Y
X
à Y à Z
Contoh :
Kuliah
|
Ruang
|
Tempat
|
Waktu
|
Jarkom
|
Merbabu
|
Gedung Utara
|
Senin
|
Basis Data
|
Arjuna
|
Gedung Selatan
|
Selasa
|
Matematika
|
Merapi
|
Gedung Barat
|
Rabu
|
Fisika
|
Merbabu
|
Gedung Timur
|
Kamis
|
v
Relasi :
Kuliah {Ruang, Waktu}
Ruang Tempat
Terlihat bahwa : Kuliah Ruang Tempat
v Dengan demikian Tempat
mempunyai dependensi transitif terhadap kuliah
Ø Diagram Dependensi Fungsional (Diagram DF)
Adalah diagram
yang digunakan untuk menggabarkan dependensi fungsional. Diagram ini
menunjukkan hubungan antara atribut yang menjadi penentu atribut lainnya,
dengan hubungan yang dinyatakan dengan tanda panah. Seperti contoh diatas dapat
digambarkan diagram DF sebagai berikut :
|
Kuliah
|
Kuliah
|
Ruang
|
Waktu
|
Tempat
|

Tidak ada komentar:
Posting Komentar